Friday, 5 March 2010

Mengapa?

Dunia begitu luas.
Manusia begitu banyak.
Mengapa kota ini begitu sempit?
Dan hanya dirimu
Yang ada di hati ini.
Mengapa?
Mengapa?
Mengapa?
Sebuah kata yang selalu terucap,
dari bibirku,
dari hatiku.
Tak pernah terpikir olehku,
berapa luasnya dunia?
berapa banyak manusia?
Dan tak pernah terpikir
Tuk melupakan dirimu.
Walau dirimu
Tak pernah menyadari adanya aku.

Puisi Hujan

Pagi ini terlihat cerah
Namun,
Samar-samar kulihat awan
Mulai menghitam memanggil hujan
Bergumpal menutupi awan putih
Sesaat kemudian
Titik-titik air mulai turun
Membasahi tanah yang kering
Mengisi kolam-kolam yang kosong
Memberi berkah untuk semua
Tak terkecuali aku

Sedari tadi aku memandang
Kulihat hujan membawa pesan
Sebuah kedamaian bagi semesta
Segala kehormatan untuk penghijau
Dan tak lupa
Sebuah lambang untuk kesucian dan keindahan cinta
Bagi seluruh penghuni dunia